SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN BONE

PDFPrintE-mail

TANAMAN PANGAN

Berdasarkan KABUPATEN BONE DALAM ANGKA TAHUN 2015 Sasaran yang ingin dicapai adalah peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman pangan.  Pembangunan pertanian khususnya tanaman pangan  diarahkan untuk meningkatkan produksi padi, palawija dan  hortikultura. Peningkatan produksi padi dilakukan melalui  program  dalam  bentuk  insus dan inmum serta ditunjang dengan pencetakan sawah baru dan peralatan yang memadai.  

Secara  umum  perekonomian daerah Kabupaten Bone didominasi sektor  pertanian, khususnya  sub sektor  pertanian  tanaman  pangan,  selanjutnya sub  sektor perkebunan, sub sektor peternakan dan sub sektor perikanan. Luas panen tanaman padi di Kabupaten Bone akhir tahun 2014 sebesar 155.931 hektar sedangkan  produksinya tercatat 885.654 ton gabah kering giling atau rata-rata produksi 5,68 ton/hektar.

Luas panen tanaman jagung 38 .730 Ha dan produksi mencapai 209.963 ton  atau rata-rata 5,42 ton/ha, ubi kayu 735 Ha dan produksi mencapai 7.069 ton, ubi jalar  663 Ha  dan  produksi  mencapai  5.439 ton, kacang  tanah 11.806 Ha dan produksi 20.254, kedelai 17.590 Ha dan produksi  32.616  ton dan kacang  hijau  4.051 Ha dengan produksi 5.580 ton (lihat tabel 5.1.2 – tabel 5.1.7) pad Kabupaten Bone Dalam Angka 2015

PERKEBUNAN

Usaha pokok yang ditempuh dalam pembangunan tanaman perkebunan adalah   intensifikasi, rehabilitasi dan ekstensifikasi. Tanaman Perkebunan di  Kabupaten Bone termasuk banyak namun yang termasuk dalam  komoditi andalan tahun 2014 (produksi yang relatif banyak dari beberapa komoditi  yang ada di Kabupaten Bone) antara lain coklat 16.412 ton, kelapa 13.648  ton, tebu 50.248  ton, kemiri 2.916 ton, dan cengkeh 2.197 ton.  

KEHUTANAN

Hutan sebagai sumber daya alam adalah merupakan modal kekayaan bangsa  yang mempunyai arti yang sangat penting  bagi  kehidupan manusia dan  mahluk hidup lainnya. Karena hutan juga berfungsi sebagai daerah  penyangga terutama sangat berperan dalam  menjaga  kelestarian sumber  air dan udara.

Dengan demikian hutan perlu dilindungi, dikelola atau dimanfaatkan  dengan baik untuk kemakmuran rakyat sekaligus dijaga kelestariannya, tentunya dengan melakukan usaha seperti reboisasi dan penghijauan bagi hutan/tanah yang nampak mulai gundul. Pada tahun 2014, lahan hutan yang  perlu  direhabilitasi baik di dalam maupun luar kawasan hutan tercatat seluas 22.210 Ha. Sementara kegiatan rehabilitasi lahan yang telah dilakukan ditunjukkan pada lahan yang telah direhabilitasi yang luasnya mencapai 1.949,5 Ha .



Share

SELAMAT HARI JADI BONE KE-687

PILIHAN BAHASA

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English French German Italian Japanese Korean Spanish Swedish Thai Vietnamese

Statistik Pengunjung

  • Content View Hits : 7647270
We have 162 guests online